Situasi Darurat Medis: Ratusan Korban Gas Air Mata di Bandung

Massa aksi membakar gerbang saat aksi di Depan Gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Massa aksi membakar gerbang saat aksi di Depan Gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/8/2025). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.

FOKUSNEWS.CO.ID, BANDUNG – Aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Bandung, berlangsung ricuh. Massa berhasil menjebol pagar dan merangsek masuk ke kantor Gubernur Jawa Barat. Jum’at (29/08/2025).

Massa yang sebelumnya berada di Gedung DPRD Jawa Barat bergeser ke Gedung Sate setelah ditembaki gas air mata. Mereka membakar pagar dan berhasil masuk ke dalam. Bentrokan tak terhindarkan antara demonstran dan aparat TNI/Polri.

Kericuhan ini juga berdampak pada Gedung DPRD Jawa Barat. Pagar gedung terbakar, dan api merembet ke sebuah rumah di seberangnya. Sebuah ledakan besar terdengar, diduga berasal dari tabung gas elpiji 3 kg yang dilemparkan massa.

Imbas dari tembakan gas air mata, ratusan demonstran mengalami luka-luka dan gangguan pernapasan. Mereka dilarikan ke Aula Unisba untuk mendapatkan perawatan medis.

Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unisba, Fajar Awalia Yulianto, mencatat ada 201 korban hingga pukul 21.30 WIB. Ia mengatakan timnya menerapkan triase darurat. Ini menjadi situasi darurat medis bagi para korban.

Fajar juga menekankan bahwa Unisba bekerja sama dengan STAI Sabili dan Unpas dalam penanganan korban. Kerja sama ini penting dalam menangani situasi darurat medis.

Aparat keamanan berupaya mengendalikan situasi. Massa sempat berhasil masuk ke area Gedung Sate, tetapi aparat berhasil memukul mundur. Situasi darurat medis ini juga dialami massa yang merangsek masuk ke Hotel Pullman.