FOKUSNEWS – Politeknik Kebangsaan, sebuah institusi pendidikan vokasi yang baru berdiri, secara resmi menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk angkatan pertamanya. Acara bersejarah ini berlangsung di Kampus Politeknik Kebangsaan, Gedung Mall Mega Zanur (Lantai 3), Jalan Prof. Dr. H.B. Jassin, Kota Gorontalo.
PKKMB ini menjadi penanda dimulainya babak baru bagi pendidikan vokasi di Provinsi Gorontalo. Untuk pertama kalinya, Politeknik Kebangsaan menerima mahasiswa baru di tiga program studi unggulannya, yaitu Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer, Sarjana Terapan Perbankan dan Keuangan Digital, dan Sarjana Terapan Bisnis Digital.
Wakil Direktur Politeknik Kebangsaan, Rahman Erama, S.Kom., M.Cs., menekankan pentingnya PKKMB sebagai wadah untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan integritas sejak dini.
“Kami ingin mahasiswa Politeknik Kebangsaan tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan integritas tinggi,” ujarnya, Senin, (15/9/2025)
Menurutnya, kecerdasan tanpa integritas akan rapuh, sementara integritas akan memperkuat kompetensi yang dimiliki.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Putra-Putri Kebangsaan, Dr. Ir. Trifandi Lasalewo, ST., MT. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa angkatan pertama adalah para pionir.
“Generasi pertama ini bukan sekadar mahasiswa, melainkan fondasi dan wajah dari Politeknik Kebangsaan,” ungkapnya.
Beliau juga berpesan agar para mahasiswa menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri yang terus berubah.
Mengusung tema “Generasi Pertama, Generasi Adaptif”, PKKMB tahun ini fokus pada beberapa aspek penting, seperti pembekalan nilai kebangsaan, pengenalan budaya akademik, penguatan soft skill, serta pemahaman terhadap tantangan di era digital. Melalui serangkaian kegiatan edukatif, mahasiswa didorong untuk tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu mengembangkan diri sebagai generasi vokasi yang inovatif.
Selain itu, untuk pertama kalinya, PKKMB juga menghadirkan materi tentang kesehatan mental. Materi ini bertujuan sebagai langkah preventif dan edukatif agar mahasiswa mampu mengelola stres, menjaga keseimbangan diri, dan memiliki daya tahan psikologis dalam menghadapi dinamika perkuliahan.
Langkah ini sejalan dengan visi Politeknik Kebangsaan untuk “menjadi perguruan tinggi terapan rujukan di kawasan Indonesia Timur pada tahun 2031.” Visi ini diwujudkan dengan mencetak lulusan vokasi yang adaptif, memiliki kompetensi tinggi, serta berkarakter dan mental kuat untuk bersaing di dunia kerja.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra industri, Politeknik Kebangsaan optimis angkatan pertama ini akan menjadi generasi adaptif yang membawa nama baik Gorontalo.
“Generasi pertama ini adalah tonggak sejarah. Dari Gorontalo, kita memulai, dan ke depan, Politeknik Kebangsaan akan menjadi rujukan perguruan tinggi terapan di kawasan Indonesia Timur,” tutup Dr. Trifandi Lasalewo.













