Putin pulang dengan kemenangan dari pertemuan dengan Trump

Vladimir Putin bertemu Donald Trump.
Vladimir Putin bertemu Donald Trump.

FOKUSNEWS, MOSKOW – Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska berakhir tanpa kesepakatan berarti. Agenda yang digadang bisa menjadi langkah perdamaian justru memperlihatkan Trump gagal tekan Putin menghentikan perang Ukraina.

Dalam pertemuan tiga jam di pangkalan militer, kedua pemimpin hanya menyatakan menemukan “titik temu”. Namun, mereka tidak menghasilkan gencatan senjata atas konflik yang sudah menelan puluhan ribu korban jiwa dan membuat Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

“Pertemuan ini menunjukkan—atau lebih tepatnya memberi kesempatan pada masing-masing pihak untuk menyatakan bahwa mereka ingin damai, padahal kenyataannya mereka tetap melanjutkan apa yang mereka lakukan sebelumnya,” ujar Boris Bondarev kepada The Moscow Times, Sabtu, (16/8/25)

Bondarev menilai Trump akan terus berusaha dekat dengan Putin tanpa sanksi baru, sementara Putin tetap melancarkan perang dengan klaim seolah keduanya berupaya membangun perdamaian.

Trump dan Putin hanya berbicara hangat di konferensi pers singkat. Trump menegaskan “tidak ada kesepakatan sampai benar-benar ada kesepakatan,” tanpa menjelaskan detail. Putin berharap pembicaraan menghasilkan jalan menuju perdamaian Ukraina. Namun, Rusia tetap mensyaratkan Ukraina keluar dari NATO, mengecilkan militernya, dan berada dalam lingkup pengaruh Moskow.

Menurut pakar politik Alexandra Filippenko, pertemuan ini justru menimbulkan kebingungan, khususnya di pihak AS. Maria Snegovaya menambahkan, sejauh ini hanya kemenangan diplomatik semu bagi Putin yang terlihat, sementara sanksi AS belum jelas.

Trump menutup pertemuan dengan pernyataan bahwa ia belum akan menjatuhkan sanksi baru.