Rembuk Pemuda Gorontalo: Pemuda Bukan Penonton, Tapi Pengarah Pembangunan

Rembuk Pemuda diselenggarakan oleh Dispora Provinsi Gorontalo. Foto(Alkaf/Fokusnews)

FOKUS NEWS, GORONTALO –  Dalam semangat membangun daerah dari suara generasi muda, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan Rembuk Pemuda bertema “Peran Pemuda dalam Percepatan Pembangunan Provinsi Gorontalo”,di Gedung Manna Caffe & Bakery, Kota Gorontalo.

Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai organisasi kepemudaan seperti KNPI, IMM, HMI, PMII, GMKI, serta sejumlah OKP dan OKPI lainnya yang mewarnai diskusi kebijakan dari sudut pandang anak muda, selasa (17/6/2025)

Mengawali sambutannya, Kadispora Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim menegaskan pentingnya eksistensi pemuda dalam pembangunan daerah. 

“Keberhasilan suatu daerah tidak terlepas dari peranan pemuda. Usia pemuda 16–30 tahun, di Gorontalo ada hampir 300 ribu jiwa. Ini kelompok produktif yang sangat berpengaruh.”

Danial juga mengingatkan bahwa dalam sejarah bangsa Indonesia, pemuda selalu tampil di barisan depan, dari era Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, hingga Reformasi 1998.

“Sejarah bangsa membuktikan, pemuda selalu berada di barisan depan perubahan, termasuk di era reformasi.”

Tak hanya berhenti pada diskusi, rembuk ini juga berfokus pada perumusan rekomendasi kebijakan berbasis data, pengalaman, dan kebutuhan langsung dari kalangan muda. Ditekankan pula pentingnya membangun jejaring kepemudaan lintas sektor, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

“Forum ini jadi wadah menjaring ide dan gagasan pemuda untuk penyusunan RPDP 2025–2030.”

Menjawab tantangan konkret kepemudaan, Danial menegaskan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi program kaderisasi, khususnya bagi organisasi kepemudaan yang berbasis ideologi dan nilai kebangsaan.

“Kami rencana pemerintah akan mengintervensi ini, memfasilitasi. Bukannya memang kader-kader bangsa, kader-kader provinsi akan lahir,” tutup Danial

Dengan pendekatan partisipatif dan inklusif, Rembuk Pemuda ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya milik elite politik, tetapi juga ditentukan oleh suara dan gagasan anak muda.


Penulis : Alkaf Prayoga
Editor  : BK.Una