FOKUSNEWS, GORONTALO – Keluarga Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo, melaporkan kasus kematian korban ke Polda Gorontalo. Laporan itu disampaikan usai MJ meninggal setelah mengikuti pendidikan dasar Mahasiswa Pencinta Alam (Diksar Mapala), Jumat (13/9/2025).
La Ode Muhamad Amar, perwakilan keluarga, mengatakan adiknya dalam keadaan sehat saat berangkat mengikuti kegiatan, namun kondisi fisiknya memburuk setelah kembali.
“Awalnya adik saya sehat. Tetapi setelah pulang, leher kirinya membengkak hingga akhirnya harus dibawa ke rumah sakit,” ujar Amar.
Ia menjelaskan, MJ sempat menuliskan pesan di ponselnya bahwa pembengkakan leher disebabkan tamparan, meski pesan itu tidak sempat dikirimkan.
“Kondisi semakin memburuk, dia dibawa ke RS Alisabu. Hanya sempat dirawat semalam, paginya meninggal. Saat itu darah keluar dari mulut, hidung, bahkan telinga,” jelas Amar.
Menurut Amar, panitia sudah mengetahui kondisi korban yang memiliki riwayat kekurangan sel darah putih, namun tidak memberikan penanganan cepat.
“Panitia tahu kondisi korban, tapi tidak ada inisiatif membawa ke rumah sakit. Korban malah dijemput oleh teman, bukan panitia,” tegasnya.
Keluarga menyerahkan bukti foto dan video kondisi korban serta laporan resmi ke Polda Gorontalo.
“Kami tetap menempuh jalur hukum agar kasus ini diproses,” pungkasnya.













