Daerah  

PWA Gorontalo Gelar Pengajian Mobile Perdana, Kolaborasi dengan PDA Boalemo

Ketua PWA Gorontalo, Ir. Hj. Hasna Nikma Paneo, M.Si, memberikan sambutan pada acara pengajian perempuan di Masjid Darunajah Desa Bongo II, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.
Ketua PWA Gorontalo, Ir. Hj. Hasna Nikma Paneo, M.Si, memberikan sambutan pada acara pengajian perempuan di Masjid Darunajah Desa Bongo II, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo.

FOKUSNEWS, BOALEMO – Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Gorontalo menggerakkan pengajian perempuan dengan konsep mobile. Untuk pertama kalinya, mereka berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Boalemo, mengusung tema “Muhammad SAW Sang Reformer Sejati”. Acara yang berlangsung di Masjid Darunnajah, Desa Bongo 2, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pencerahan, Minggu (7/9/25).

Ketua PWA Gorontalo, Hj. Ir. Hj. Hasna Nikma Paneo, M.Si, menjelaskan bahwa sebelum Islam datang, perempuan berada pada titik terendah. Perempuan sering dipandang sebagai beban, bahkan menjadi korban perlakuan keji.

“Sebelum datangnya ajaran Islam, kondisi perempuan di berbagai belahan dunia, terutama di Arab, berada pada titik terendah. Perempuan sering kali dipandang sebagai aib, sebagai beban, bahkan sering kali menjadi korban perlakuan keji,” ujarnya,

Lebih lanjut, Nikma menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bukan hanya seorang nabi, melainkan reformer sejati yang membawa revolusi sosial, moral, dan spiritual. Beliau mengajarkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di mata Allah. Beliau melarang praktik kejam seperti mengubur bayi perempuan hidup-hidup, dan memberikan hak waris serta hak kepemilikan mahar kepada perempuan.

“Ajaran ‘Surga berada di bawah telapak kaki ibu’ adalah reformasi besar yang memuliakan perempuan dari status yang direndahkan,” tambahnya.

Aisyiyah mendorong para perempuan untuk terus menuntut ilmu, mencontoh istri-istri Nabi seperti Khadijah dan Aisyah yang dikenal sebagai salah satu perawi hadis terbanyak.

Ketua PDA Boalemo, dr. Rahmawati Dai, M.Kes, menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan pengajian di Boalemo sangat aktif. Banyak peserta hadir karena penceramah yang luar biasa. Ia juga berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini.

Ia juga menyoroti pentingnya memulai perbaikan diri sendiri sebagai bagian dari reformasi yang lebih besar.

“Semua perubahan di negara ini harus berawal dari diri kita sendiri, kemudian berkembang ke keluarga dan lingkungan sekitar,” tutupnya

Acara ini dihadiri oleh seluruh simpatisan Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk dari PCM Wolosari dan sekitarnya, menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta.