Penarikan Mobil Dinas Gorontalo Jadi Langkah Tegas Adhan

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menarik mobil dinas milik sejumlah pejabat eselon III karena dinilai tidak tepat sasaran. Kamis (11/9/25)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menarik mobil dinas milik sejumlah pejabat eselon III karena dinilai tidak tepat sasaran. Kamis (11/9/25)

GEBRAKNEWS.CO.ID, KOTA GORONTALO – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengambil keputusan tegas menarik mobil dinas yang selama ini digunakan pejabat eselon III. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan dinas benar-benar berfungsi mendukung kinerja lapangan, Kamis (11/9/2025).

Menurut Adhan, mobil operasional mestinya diprioritaskan bagi pejabat yang memiliki intensitas kerja tinggi di lapangan. Ia menilai penggunaan kendaraan oleh pegawai administratif di kantor hanya menambah beban keuangan daerah.

“Semua pejabat eselon III dikumpulkan untuk dievaluasi. Kalau hanya kerja dari rumah ke kantor, untuk apa diberi mobil dinas? Mobil itu untuk yang benar-benar turun lapangan,” tegas Adhan.

Ia menjelaskan, kendaraan dinas dibutuhkan di sektor teknis seperti pertanian, transportasi, hingga pengawasan infrastruktur. Namun kenyataan di lapangan, mobil tersebut justru banyak dipakai oleh pejabat dengan aktivitas terbatas di kantor.

Adhan memastikan mobil yang tidak sesuai peruntukan akan dialihkan atau bahkan dilelang. Ia menyebut kebijakan itu menjadi salah satu cara efisiensi penggunaan APBD.

Selain itu, ia mengingatkan setiap kendaraan dinas memerlukan biaya bahan bakar, perawatan, hingga perbaikan. Menurutnya, anggaran daerah tidak boleh terbebani hanya untuk fasilitas kenyamanan pribadi.

“Kalau tidak benar-benar dibutuhkan, lebih baik ditarik. Setiap mobil itu menyedot biaya daerah, tidak boleh dibiarkan hanya untuk kenyamanan pribadi,” ujarnya.

Kebijakan ini juga diharapkan menjadi peringatan bagi pejabat lain agar lebih bijak menggunakan fasilitas negara, sekaligus menegaskan komitmen Wali Kota Adhan dalam mewujudkan pemerintahan yang efisien dan bertanggung jawab.