Keluarga Sesalkan Tak Ada Polisi Kawal Jenazah Muhamad Jeksen ke Muna

Konferensi Pers Koalisi Keluarga Korban Anti Kekekran. Dokumen (Alkap Prayoga/Fokusnews) (24/9/25)
Konferensi Pers Koalisi Keluarga Korban Anti Kekekran. Dokumen (Alkap Prayoga/Fokusnews) (24/9/25)

FOKUSNEWS Pihak keluarga almarhum Muhamad Jeksen, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang meninggal usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala, dalam konferensi pers mengungkapkan kekecewaan atas tidak adanya pengawalan jenazah menuju Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/9/25)

Sebelumnya, Kapolres Bone Bolango AKBP Supriantoro, SH., S.I.K, menyatakan pihaknya akan mengawal jenazah hingga tiba di rumah duka. Namun, menurut keluarga, pengawalan yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan.

“itu ada berita Kapolres  merintahkan pengawalan sampai di rumah korban yang ada di Kabupaten Muna.  Hal yang paling kami sesalkan, tidak ada satupun anggota polisi yang mengawal dari rumah sakit sampai ke Kabupaten Muna” ungkap Awal

“Memang ada di video, ada pengawalan motor. Tapi ingat itu motor rider yang dari rumah sakit. Itu pun satu orang dan itu hanya sampai di isimu, Setelah di isimu dia balik dan ambulans jalan sampai di Kabupaten Muna” tegas Awal

Keluarga menilai kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan resmi kepolisian, sehingga menambah luka duka mendalam. Mereka berharap pihak kepolisian memberi klarifikasi terkait situasi tersebut.

Jenazah Muhamad Jeksen, mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNG itu kini telah sampai di kampung halamannya di Muna.