FOKUS NEWS, GORONTALO – Siang itu di antara hiruk pikuk ramainya desa, duduk seorang wanita di depan meja kerjanya sambil sesekali melihat keluar. Wanita dengan kulit sawo matang itu bernama Nanang (29), seorang bidan di Desa Longalo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pemerintah menugaskannya untuk bertugas di Posko Kesehatan Desa (POSKESDES) dan menjadikan Nanang satu-satunya tenaga kesehatan yang menangani warga desa baik saat sakit maupun melahirkan.
Nanang sudah mengabdikan diri sejak tahun 2018 sebagai Bidan Desa. Ia menjalani pekerjaan mulianya ini berpindah dari satu desa ke desa lain. Bahkan, dari satu pelosok desa ke pelosok desa lainnya sudah Ia lewati. Semua Nanang lakukan dengan senang hati demi pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti Ibu Hamil yang sangat membutuhkan kehadirannya.
“Bagaimana tidak tergerak hati saya, dulu saya masih di desa seberang mereka rela datang jauh melewati akses jalan rusak demi mendapat pengobatan dari saya,” tutur Nanang saat ditemui di rumahnya, Rabu (21/05/25).
Sebelum memutuskan untuk menetap di Desa Longalo, Nanang awalnya menempati Poskesdes di Desa Tupa. Akan tetapi, masyarakat yang hamil di Desa Longalo sering datang berobat ketempatnya. Bahkan beberapa keluhan yang Ia dengar dari mereka, bahwa betapa sulit jika tidak ada seorang tenaga kesehatan di desa mereka.
Akhirnya Nanang memutuskan untuk mengajukan diri berpindah ke Desa Longalo berdasarkan keluhan dan permintaan masyarakat desa. Desa Longalo merupakan salah satu desa terbesar di Kabupaten Bone Bolango, dan juga desa terakhir di Bagian Utara Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Nanang mengakui bahwa, tidak mudah berbaur dengan masyarakat pelosok. Namun niat baik seakan bersambut dengan semesta, setiap masyarakat desa menyayangi dan menyenanginya. Meski kini sudah menetap di Desa Longalo, sesekali masyarakat desa seberang yang dulu sering di obati Nanang sesekali mengunjunginya.
”Masyarakat khususnya ibu hamil kalau berobat dan tidak ada uang tetap saya layani, bahkan mereka membayar pakai ayam atau buah pisang ataupun jagung juga tetap saya terima sebab dari situ saya paham bahwa sebegitunya mereka memerlukan pertolongan saya,” ujar Nanang.
Nanang tidak hanya melayani pengobatan Ibu Hamil di Poskesdes, akan tetapi dengan sigap datang ke rumah warga yang menghubunginya. Siang terik dan gelapnya jalanan desa sudah menjadi hal biasa dilewati oleh Nanang. Ia tidak pernah mengeluh, bahkan menolak panggilan masyarakat yang membutuhkannya sebagai Bidan Desa.
Lebih lanjut selama menjadi bidan desa, Nanang telah melayani berbagai kelompok masyarakat termasuk kelompok rentan. Antara lain para lansia, anak-anak, disabilitas serta ibu hamil. Nanang merasakan beragam pengalaman tak terlupakan, terutama ketika harus menolong ibu hamil di tengah malam yang gelap gulita.
Menurut Nanang beberapa Ibu Hamil yang ada di Desa Longalo mengalami Preeklamsia. Preeklamsia, merupakan kondisi medis yang dapat terjadi pada ibu hamil. Hal ini ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Salah satu dari sekian penyebab kematian utama para ibu di negara-negara berkembang disebakan oleh Preeklamsia.
Dampak dari Preeklamsia juga tidak main-main, dapat menyebabkan kaki, wajah, hingga badan ibu hamil mengalami pembengkakan. Selain itu, menyebabkan aliran darah dapat masuk ke plasenta menjadi terbatas, yang tentunya buruk bagi kondisi bayi, hingga dapat menyebabkan komplikasi pada ibu hamil yang mengakibatkan koma, pendarahan yang berujung kematian.
“Kalau tekanan darahnya sudah masuk 140/90 mmHg dan dia sering merasa pusing maka itu sudah masuk pada Preeklamsia,” jelas Nanang.

Sehingga menurut Nanang, jika ibu hamil sudah terdeteksi mengalami preeklamsia, maka akan dibawa ke Puskesmas untuk mengecek urine guna memastikan kondisi preeklamsia pada ibu hamil.













