FOKUSNEWS.CO.ID – Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai Gedung ‘Aisyiyah Gorontalo. Puluhan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo memadati ruang pelatihan sejak pukul 08.00 WITA.
Mereka hadir untuk mengikuti Pelatihan Mubalighat bertema “Menguatkan Kompetensi Mubalighat ‘Aisyiyah untuk Dakwah Pencerahan di Era Digital”, sebuah program strategis yang digagas oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Gorontalo melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan.
Acara ini menghadirkan narasumber berpengalaman, antara lain Dr. Taufik R. Talalu, M.I.Kom, Dr. Wahidah Suriyani, M.Si, Dr. H. Arfan Tilome, M.HI, dan Nur Afandi, M.I.Kom. Mereka membagikan ilmu dan keterampilan praktis bagi para mubalighat untuk memanfaatkan teknologi digital dalam berdakwah.
Ketua PWA Gorontalo, Hj. Nikma Paneo, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mubalighat tidak hanya sebagai penyampai pesan agama, tetapi juga teladan yang mampu menginspirasi.
Ia mengutip firman Allah dalam QS Al-An’am ayat 160 dan QS An-Naml ayat 89, yang menegaskan bahwa setiap kebaikan akan mendapat balasan berlipat ganda dan menjadi sumber keamanan pada hari yang dahsyat kelak.
“Pelatihan ini bukan sekadar untuk mendapatkan pahala, tetapi juga untuk menambah ilmu, mengasah keterampilan, memperluas wawasan, dan mempererat ukhuwah islamiyah. Di era digital, dakwah kita harus menyentuh hati, menginspirasi, dan mencerahkan, bukan menakut-nakuti,” tegas Hj. Nikma Paneo, Sabtu (9/8/2025)
Nikma menambahkan bahwa di era digital semua sudah serba cepat, dan peran ‘Aisyiyah menjadi mubalighat menjadi semakin strategis
Dakwah sekarang tidak sebatas naik di atas mimbar atau majelis taklim, tetapi juga sudah merambat ke media sosial, podcast, dan platform lainnya, oleh karena itu kita harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai islam yang rahmatan lil ‘alamin.
ia berharap seluruh peserta memanfaatkan momentum pelatihan sebagai peluang emas untuk berkontribusi bagi umat dan bangsa, dengan lisan dan perbuatan yang menyejukkan.
“Saya berharap para peserta tidak hanya menjadi mubalighat yang mumpuni ilmu dalam berdakwah, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap permasalahan umat. Jadilah perempuan tangguh yang menjadi pilar keluarga, masyarakat, dan bangsa, serta jadikan setiap lisan dan perbuatan kita sebagai wujud dakwah yang menyejukkan.”
sementara Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Gorontalo, Dr. Rahmin Talib Husain, M.Th.I, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan perpanjangan dari program unggulan Pimpinan Pusat Aisyiyah.
Menurutnya, Aisyiyah sebagai organisasi perempuan memiliki potensi besar untuk berdakwah, namun tantangan zaman menuntut adaptasi cepat.
“Semua sudah serba digital. Tantangannya adalah bagaimana kita mengejar ketertinggalan. Pelatihan mubalighat kali ini hadir untuk menguatkan dakwah di era digital, agar Aisyiyah tetap relevan dan berdampak,” ungkap rahmin dalam sambutannya.
Peserta mempelajari materi agama dan teknik komunikasi dakwah sekaligus menguasai keterampilan praktis memanfaatkan media sosial, membuat konten kreatif, serta mengelola podcast dan platform digital lain untuk menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Narasumber lintas disiplin berkolaborasi membimbing peserta agar mereka menjadi garda terdepan dakwah digital yang aktif menyampaikan pesan dan memberi teladan nyata di tengah masyarakat.













