“Perusahaan juga hanya kasih timbunan tanah, bukan solusi jangka panjang. Mereka tutup mata. Makanya, kami tanam pisang di jalan sebagai bentuk protes,” lanjut Subhan.
Banyak masyarakat mengaku kecewa, kata Subhan, mengingat kontribusi desa-desa di Wonosari terhadap pendapatan daerah sangat besar, terutama dari sektor pertanian.
Tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Boalemo maupun manajemen PT. PG Gorontalo dinantikan untuk memperbaiki jalan yang rusak, sebelum aksi protes besar-besaran dari masyarakat kembali terjadi.

Untuk itu, masyarakat berharap pemerintah dan pihak perusahaan tidak lagi menutup mata atas kondisi ini.
“Devisa hasil pertanian dari Wonosari sangat besar. Kita juga masyarakat taat bayar pajak, dan saya yakin pemerintah pasti lewat sini dan tahu betul kondisi jalan ini. Tapi sampai sekarang tidak ada tindakan,” tandasnya.
Penulis : Alkaf Prayoga Editor : Mirnawati Ahaya













