FOKUS NEWS, Boalemo– Jalan dua jalur yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, mulai dikeluhkan oleh warga akibat kerusakan parah sejak tahun 2009 hingga saat ini.
Kerusakan jalan yang mencapai lebih dari 80% tersebut belum juga mendapat penanganan serius dari pihak pemerintah maupun perusahaan terkait. Menurut warga sekitar, jalan tersebut rusak akibat dilalui oleh kenderaan-kenderaan besar milik PT. PG Gorontalo.
Sebagai bentuk protes, warga setempat menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang dan rusak berat itu.
Kepada Fokusnews, Subhan Nurrohim, salah satu warga mengungkapkan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju pasar dan sekolah. Namun, kerusakan yang parah membuat anak-anak kesulitan bersekolah, apalagi saat hujan karena jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.
“Jalan ini rusak parah sejak tahun 2009. Sekarang lebih dari 80% kondisinya hancur. Kalau hujan, licin, dan sering ada anak sekolah yang jatuh. Tapi pemerintah diam saja,” ujar Subhan dengan nada kecewa, Selasa (27/5).
Menurutnya, jalan yang rusak tersebut juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dari Wonosari, termasuk tebu yang dibawa oleh kendaraan berat milik PT. PG Gorontalo, perusahaan gula yang beroperasi di wilayah tersebut.
Subhan menduga, bahwa kendaraan perusahaan mengangkut muatan tebu melebihi kapasitas, turut memperparah kerusakan jalan.













