Israel Cegat Armada Gaza, Aktivis Dunia Diblokir

Kapal-kapal dalam misi Global Sumud Flotilla saat berlabuh di Koufonisi, Yunani, pada 24 September lalu sebelum melanjutkan perjalanan ke Jalur Gaza (AFP/ELEFTHERIOS ELIS)
Kapal-kapal dalam misi Global Sumud Flotilla saat berlabuh di Koufonisi, Yunani, pada 24 September lalu sebelum melanjutkan perjalanan ke Jalur Gaza (AFP/ELEFTHERIOS ELIS)

FOKUSNEWS, Gaza – Ketegangan internasional kembali meningkat setelah Israel cegat armada Gaza yang membawa misi kemanusiaan. Armada Global Sumud Flotilla, yang terdiri dari puluhan kapal sipil dari berbagai negara, menjadi target operasi militer di perairan internasional, 2 Oktober 2025

Armada ini berangkat dari Spanyol sebulan lalu dengan membawa politisi, aktivis, jurnalis, hingga tenaga kesehatan. Di antara mereka ada aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, yang turut serta dalam kapal utama Alma. Armada Global Sumud mengusung misi mematahkan blokade Israel terhadap Jalur Gaza, wilayah yang kini mengalami krisis pangan menurut laporan PBB.

Sekitar 45 kapal awalnya berlayar menuju Palestina. Namun, laporan menyebut sebagian dicegat dan sebagian lainnya masih berusaha melanjutkan perjalanan. Armada tersebut menilai langkah Israel sebagai tindakan ilegal karena dilakukan di perairan internasional.

Israel menyebut langkah itu bagian dari upaya menegakkan blokade atas Gaza. Kementerian Luar Negeri Israel memastikan bahwa penumpang kapal, termasuk Greta Thunberg, berada dalam kondisi selamat. Beberapa rekaman video memperlihatkan saat aktivis itu mengemasi barang pribadinya sebelum diturunkan di pelabuhan Israel.

Global Sumud Flotilla menyebut aksi Israel sebagai penculikan terhadap orang-orang yang menjalankan misi damai. Sejumlah negara bereaksi keras, di antaranya Turki yang menuduh Israel melakukan aksi terorisme maritim, serta Kolombia yang merespons dengan mengusir diplomat Israel.

Meski puluhan kapal telah dicegat, penyelenggara memastikan sekitar 30 kapal lain tetap berlayar mendekati Gaza. Dalam keterangan via media sosial, mereka menegaskan tekad untuk mematahkan blokade meski menghadapi agresi berulang dari armada laut Israel.

Gerakan Global Sumud Flotilla lahir sebagai solidaritas dunia terhadap rakyat Palestina. Pelayaran kali ini menjadi simbol tekanan moral internasional terhadap Israel, sekaligus memperlihatkan bahwa upaya membongkar blokade Gaza mendapat dukungan global.