Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Tercatat 108 Orang

Fire Rescue Surabaya merayap di reruntuhan Ponpes. Foto (Istimewa)
Fire Rescue Surabaya merayap di reruntuhan Ponpes. Foto (Istimewa)

FOKUSNEWS, SIDOARJO – Tim SAR gabungan masih mengevakuasi korban reruntuhan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Data sementara mencatat 108 korban hingga hari ketiga pencarian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan pada Rabu malam, lima korban berhasil dievakuasi hidup-hidup.

“Sebanyak lima orang berhasil dievakuasi dalam kondisi masih hidup,” ujarnya, Kamis (2/9/2025).

Salah satu dari mereka dalam kondisi kritis. Selain itu, dua korban ditemukan meninggal dunia. Dengan temuan tersebut, jumlah korban jiwa bertambah menjadi lima orang.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan metode evakuasi harus dilakukan secara manual.

“Galian dalam kondisi terbatas untuk dilewati dari segi diameter galian hanya 60 sentimeter dengan kedalaman 80 sentimeter. Personel harus merayap dalam posisi tengkurap tiga jam setiap shift agar bisa mencapai lokasi korban,” kata dia.

Proses evakuasi juga melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Tim menghadapi medan yang berbahaya dengan celah sempit. Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani menyebut jeritan korban menjadi petunjuk utama penyelamatan.

“Memang situasinya, kondisinya, sangat sulit. Dengan alat yang kita miliki, seperti kamera dan live detector memungkinkan teman-teman bisa memantau posisi dan kondisi para korban,” katanya.

Data terbaru mencatat 18 korban telah dievakuasi, terdiri atas 13 selamat dan lima meninggal dunia. Korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny masih diperkirakan bertambah karena banyak santri belum ditemukan.