FOKUSNEWS, GORONTALO UTARA – Kepala Desa Lelato, Mohamad Kifli Pianus, akhirnya angkat bicara terkait maraknya aktivitas tambang galian C ilegal yang menghancurkan kawasan pantai dan merusak infrastruktur desa. Dalam klarifikasi yang disampaikan, Kifli menegaskan bahwa pihak desa tidak pernah menerima izin maupun mendapat keuntungan dari aktivitas tersebut.
“Memang ini sudah dari pemerintahan kemarin. permasalahannya itu yang pemilik sedotan (Dompeng) dengan pemilik lahan yang ada pembicaraan,” ungkap Kifli, Sabtu (21/6/2025)
Ia menjelaskan, meski mengetahui adanya aktivitas di lapangan, pihak desa tidak pernah terlibat apalagi menerima manfaat dari tambang ilegal itu.
“Kalau soal tahu kegiatan di situ memang saya tahu, dan pelakunya sudah beberapa kali datang ke kantor desa. Cuma saya bilang, saya tidak bisa berurusan dengan ini, karena pembicaranya itu dengan tuan tanah. Ada yang klaim bahwa itu tanah pribadi,” ungkap Kifli
Kepala Desa juga menepis tegas tudingan bahwa pihak pemerintahan desa menerima setoran dari aktivitas galian tersebut.
Tidak pernah. Itu jelas ilegal. Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari aktivitas itu, karena memang dari awal saya sudah paham bahwa ini ilegal dan berpotensi membawa masalah bagi desa,” tutup Kifli
Penulis : Jackie Stevanus Redaktur : BK.Una













