Mustafa Yasin Tidak Ditahan, DPW PKS Gorontalo Klarifikasi Resmi

DPW PKS Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo melakukan Klarifikasi Terkait Isu Miring yang Ditujukan Pada Mustafa Yasin. Foto ( Istimewa)
DPW PKS Provinsi Gorontalo, Adnan Entengo melakukan Klarifikasi Terkait Isu Miring yang Ditujukan Pada Mustafa Yasin. Foto ( Istimewa)

FOKUSNEWS.CO.ID – Di tengah simpang siur kabar penahanan, Dewan Pimpinan Wilayah PKS Gorontalo memberikan klarifikasi resmi bahwa anggota Fraksinya, Mustafa Yasin, tidak sedang ditahan di Arab Saudi. Ia masih berada di sana karena proses administrasi terkait kerjasama pengurusan visa.

Ketua DPW PKS Gorontalo, Adnan Entengo, menyampaikan penjelasan usai menggelar rapat internal bersama Mustafa secara daring. Adnan memastikan bahwa informasi penahanan tersebut tidak sesuai fakta.

“Kami sudah melaksanakan proses klarifikasi langsung dengan Pak Mustafa melalui Zoom. Dan kami sampaikan bahwa berita mengenai penahanan oleh Pemerintah Arab Saudi itu tidak benar,” ujar Adnan.

Mustafa menghadapi dua kendala: penyelesaian urusan kerja sama terkait layanan visa untuk jamaah haji tahun 2025 dan terkait penipuan yang dialaminya dari mitra lokal di Arab Saudi yang telah dilaporkan Mustafa ke Pihak Penegak Hukum di sana karena telah menyebabkan kerugian. Menurut Adnan, proses tersebut tidak mudah karena terdapat denda tambahan.

“Karena dua persoalan itu, beliau belum bisa keluar dari Arab Saudi. Kalau beliau memilih keluar secara ilegal, konsekuensinya berat, bisa 10 tahun tidak bisa masuk Saudi lagi,” jelas Adnan.

Terkait kehadirannya di DPRD, Mustafa sempat mengajukan cuti hingga pertengahan Juni. Fraksi PKS telah mengajukan perpanjangan cuti kepada pimpinan DPRD, namun belum mendapat respons resmi.

PKS juga menanggapi tudingan penipuan dari publik. Adnan menyebut bahwa jamaah pada umumnya memahami situasi dan tidak mempersalahkan Mustafa secara pribadi.

“Beliau juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan kepada Partai karena persoalan ini ikut menyeret nama lembaga. Usaha beliau ini sudah 19 tahun berjalan, dan kami berharap musibah yang saat ini beliau hadapi di Arab Saudi bisa segera terselesaikan,” tutup Adnan.