FOKUSNEWS.CO.ID,MANADO — Sebanyak 600 peserta dari Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Keuangan dan Aset Desa yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Maleosan, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (12/10/2026).
Kegiatan berskala daerah ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pengembangan Kapabilitas Sumber Daya Manusia Indonesia (APKSDMI) yang diketuai Djainudin Lonek, S.H., M.H. Pelatihan dan bimbingan teknis tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi aparatur desa dalam mengelola keuangan dan aset secara tertib, transparan, serta akuntabel.
Peningkatan kapasitas ini menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui pembekalan teknis, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas administrasi serta mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan dan aset di desa masing-masing.
Materi pelatihan mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), tata kelola serta inventarisasi aset desa, hingga penguatan akuntabilitas melalui pemanfaatan sistem informasi.
Dalam aspek perencanaan dan penganggaran, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan dokumen APBDes yang partisipatif, transparan, dan tepat sasaran. Sementara itu, materi pengelolaan aset menitikberatkan pada penataan, pemanfaatan, pencatatan, dan pelaporan barang milik desa untuk meminimalkan risiko kesalahan administrasi.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam penyusunan laporan keuangan desa agar proses pelaporan dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Camat Bone Raya, Yusman Dukalang, S.Kom., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan desa.
“Peningkatan kapasitas ini sangat krusial bagi aparatur desa. Dengan pemahaman regulasi yang matang serta tata kelola keuangan dan aset yang tertib, aparatur dapat bekerja dengan percaya diri, transparan, serta fokus memberikan pelayanan publik dan hasil pembangunan terbaik bagi masyarakat,” ujar Yusman.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat diterapkan secara nyata oleh para peserta setelah kembali ke desa masing-masing, khususnya dalam meningkatkan ketertiban administrasi, kualitas pelaporan, serta pengelolaan aset desa.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap peningkatan kapasitas pengelola keuangan dan aset desa dapat memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengelolaan keuangan yang tertib dan aset yang terdata dengan baik, pemerintah desa diharapkan semakin mampu menjalankan program pembangunan secara terarah, transparan, dan bertanggung jawab.













