FOKUSNEWS.CO.ID, POHUWATO, – Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Potabo, Kabupaten Pohuwato, bukan lagi sekadar aktivitas ilegal skala kecil. Di balik mengaumnya mesin excavator yang membelah bumi Potabo, tersimpan dugaan skandal besar yang melibatkan sindikat tambang dan oknum aparat berseragam. (8/10/2026).
Di tengah gencarnya kampanye penertiban PETI di Gorontalo, kawasan Potabo seolah menjadi “negara tersendiri”. Aktivitas penambangan dengan alat berat jenis excavator masih saja beroperasi terang-terangan. Ironisnya, mesin-mesin raksasa ini diduga dikendalikan oleh dua figur yang namanya kini mulai mencuat ke permukaan: Une dan Darwis.
Modus Brutal dan Tanda Tanya Besar
Penggunaan excavator dalam PETI Potabo bukanlah rahasia lagi. Namun, skala eksploitasi yang dilakukan oleh jaringan yang diduga dipimpin Une dan Darwis ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pegiat lingkungan. Bagaimana mungkin alat berat yang membutuhkan modal besar dan logistik rumit bisa beroperasi di wilayah terlarang tanpa ada yang mencium baunya?
Jawabannya diduga terletak pada “payung perlindungan” yang menaungi mereka.
Bayang-bayang Oknum TNI
Informasi eksklusif yang dihimpun di lapangan mengindikasikan bahwa jaringan PETI ini tidak bekerja sendirian. Sumber terpercaya menyebutkan, adanya dugaan kuat bahwa aktivitas brutal Une dan Darwis mendapatkan “jalur aman” atau backing dari oknum anggota TNI.
Dugaan ini sontak menyulut kontroversi. Jika benar, ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan seragam negara untuk melindungi praktik perampokan sumber daya alam yang merusak ekosistem Potabo. Oknum yang diduga menjadi tameng ini disebut-sebut memastikan agar aktivitas excavator milik Une dan Darwis tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum setempat.
Menanti Ketegasan POM dan Penegak Hukum
Tentu, semua ini masih berstatus dugaan yang memerlukan pembuktian hukum. Namun, publik tidak bisa hanya disuguhi alasan “kurang bukti”. Masyarakat Pohuwato kini menanti ketegasan Pom TNI (Pusat Pengendalian Militer) untuk membersihkan internalnya dari oknum yang bermain mata dengan mafia tambang.
Di sisi lain, Dinas ESDM, Kepolisian, dan instansi lingkungan hidup juga ditantang untuk membuktikan apakah mereka benar-benar berpihak pada rakyat, atau justru membiarkan Une, Darwis, dan para backing-nya terus menguras kekayaan alam Potabo.
Team Redaksi telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada Une, Darwis, serta pihak instansi terkait guna memberikan ruang hak jawab yang berimbang. Namun, hingga berita ini diturunkan, kebenaran di balik “bodyguard” berseragam tersebut masih diselimuti kabut misteri. (Red)











