Adrian Pianus: “Pernyataan Aleg Gorut Soal PPPK Paruh Waktu Itu Tidak Bijak dan Bisa Ciptakan Kegaduhan!”

Adrian Pianus, Aktivis IMM Gorontalo Utara. Dokumen (Istimewa)
Adrian Pianus, Aktivis IMM Gorontalo Utara. Dokumen (Istimewa)

FOKUSNEWS, GORONTALO UTARA – Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Adrian Pianus menyoroti tajam pernyataan salah satu anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Dheninda Chaerunnisa yang mengingatkan agar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak memberikan uang kepada calo. Menurut Adrian, pernyataan itu sangat tidak bijak dan justru berpotensi memecah persepsi publik terhadap perjuangan honorer yang selama ini berjalan secara murni dan terbuka.

“Sebagai wakil rakyat, mestinya berbicara berdasarkan fakta, bukan asumsi yang menimbulkan kecurigaan publik. Jangan seolah-olah perjuangan teman-teman PPPK paruh waktu ini dikotori dengan isu calo. Itu sangat menyesatkan!” tegas Adrian dengan nada keras, Rabu (8/10/25)

Adrian menambahkan, perjuangan untuk memperjuangkan PPPK paruh waktu murni lahir dari solidaritas dan kepedulian sesama honorer serta aktivis. Tidak ada unsur bisnis, apalagi praktik percaloan seperti yang disiratkan dalam pernyataan anggota dewan tersebut.

“Yang turun ke jalan kemarin itu bukan calo, tapi saudara-saudara kita sendiri yang belum terakomodir. Mereka datang dengan harapan, bukan dengan amplop. Jadi sangat tidak pantas jika perjuangan tulus itu dicurigai,” ujar Adrian tegas.

Ia juga mengingatkan bahwa seorang legislator seharusnya menjadi penyejuk dan penyambung aspirasi rakyat, bukan justru melempar pernyataan yang memperkeruh suasana.

“Kalau tidak paham konteks perjuangan rakyat, lebih baik diam daripada membuat opini yang menyesatkan. Rakyat sekarang sudah cerdas, dan mereka tahu siapa yang benar-benar berjuang, dan siapa yang hanya mencari panggung politik,” sindirnya tajam.

Adrian menutup dengan menyerukan agar DPRD fokus mengawasi dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada honorer, bukan malah melontarkan Argumentasi yang mengandung prasangka.

“Kalau memang peduli, tunjukkan lewat kerja dan keberpihakan, bukan dengan retorika yang menimbulkan kegaduhan. Jangan jadikan rakyat korban dari opini yang tidak Mendasar, Kalo Bisa Dibuktikan siapa itu calo, tunjukan, Agar Rakyat tidak Bertanya Tanya. pungkasnya.