FOKUS NEWS.CO.ID,GORONTALO – Menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Gorontalo, sejumlah nama mulai mencuat dan diperbincangkan sebagai kandidat potensial untuk memimpin organisasi dunia usaha tersebut. Salah satunya adalah Hendra Saputra Koniyo, yang akrab disapa Feri.
Berbeda dengan figur yang lebih dikenal melalui jalur politik, Hendra datang dari latar belakang profesional dan dunia usaha. Ia merupakan seorang arsitek dan pengusaha yang selama puluhan tahun membangun karier di Jakarta, khususnya di bidang perencanaan, engineering, manajemen proyek, dan konstruksi. Kamis (20/8/26).
Lahir di Gorontalo pada 9 Oktober 1979, Hendra mulai membangun karier profesionalnya di Jakarta sejak akhir 1990-an. Pengalaman panjang tersebut membuat aktivitas profesional dan jaringan usahanya berkembang tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga bersentuhan dengan lingkungan bisnis di tingkat nasional.
Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dibawa Hendra ke Gorontalo.
Bukan Sekadar Pengusaha
Dorongan agar Hendra masuk dalam bursa kepemimpinan KADIN Gorontalo tidak hanya bertumpu pada latar belakangnya sebagai pengusaha.
Pengalaman organisasi, jaringan profesional, serta keterlibatannya dalam organisasi dunia usaha menjadi bagian dari rekam jejak yang dinilai relevan untuk mengembangkan KADIN Gorontalo.
Hendra tercatat memiliki pengalaman dalam sejumlah organisasi profesi dan dunia usaha, di antaranya Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), serta Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN).
Di lingkungan KADIN, ia aktif di KADIN DKI Jakarta dan pernah dipercaya sebagai Ketua Komite Tetap BUMD KADIN DKI Jakarta.
Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, profesional, BUMD, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan ekonomi lainnya.
Dari Jakarta untuk Gorontalo
Meski sebagian besar perjalanan profesionalnya berlangsung di Jakarta, hubungan Hendra dengan Gorontalo tetap terjaga.
Di daerah asalnya, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Gorontalo.
Melalui aktivitas organisasi tersebut, sejumlah isu ekonomi daerah menjadi perhatian, antara lain penguatan pengusaha lokal, pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagi Hendra, pengalaman yang diperoleh selama berada di Jakarta dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi jejaring yang memberi manfaat bagi Gorontalo.
Gagasan itu kemudian dirangkum dalam konsep “Membangun Jembatan Jakarta–Gorontalo.”
Konsep tersebut menempatkan jejaring pengusaha, profesional, investor, dan institusi ekonomi di Jakarta sebagai potensi yang dapat dihubungkan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi di Gorontalo.
KADIN sebagai Rumah Besar Dunia Usaha
Salah satu tantangan KADIN ke depan adalah bagaimana menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah besar bagi berbagai lapisan dunia usaha.
Bukan hanya pengusaha berskala besar, tetapi juga UMKM, pengusaha lokal, profesional, pelaku industri kreatif, hingga pengusaha asal Gorontalo yang telah membangun bisnis di luar daerah.
Dalam perspektif tersebut, KADIN diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi representasi pengusaha, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan dunia usaha dengan pemerintah, akademisi, investor, dan masyarakat.
Pengalaman Hendra di bidang profesional dan organisasi menjadi salah satu alasan namanya mulai diperhitungkan dalam dinamika menuju Musprov KADIN Gorontalo.
Namun, keputusan mengenai siapa yang paling tepat memimpin KADIN Gorontalo tetap berada dalam proses dan mekanisme organisasi.
Pengalaman Profesional
Hendra menempuh pendidikan Sarjana Arsitektur sebelum melanjutkan pendidikan Magister Arsitektur di Universitas Tarumanagara, Jakarta.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi perjalanan profesionalnya di bidang arsitektur, perencanaan, engineering, dan konstruksi.
Seiring perjalanan karier, aktivitasnya berkembang ke dunia usaha dan manajemen proyek. Pengalaman tersebut membuatnya bersentuhan dengan berbagai persoalan bisnis, termasuk pengelolaan perusahaan, sumber daya manusia, regulasi, investasi, serta pembangunan jaringan usaha.
Bagi seorang calon pemimpin organisasi dunia usaha, pengalaman praktis tersebut menjadi salah satu modal untuk memahami persoalan yang dihadapi pelaku usaha secara langsung.
Perhatian pada Generasi Muda
Selain aktivitas profesional dan organisasi, Hendra juga menunjukkan perhatian terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Salah satunya melalui pendirian HSK FC di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Kehadiran klub tersebut diarahkan sebagai wadah pembinaan anak-anak dan generasi muda, khususnya melalui olahraga sepak bola. Nilai yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga disiplin, kebersamaan, dan sportivitas.
Membawa Pulang Jejaring
Jika dipercaya memimpin KADIN Gorontalo, tantangan terbesar Hendra bukan sekadar memenangkan kontestasi Musprov, tetapi membuktikan sejauh mana pengalaman dan jejaring yang dibangun selama berada di Jakarta dapat diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi dunia usaha di Gorontalo.
Gagasan “Jembatan Jakarta–Gorontalo” menjadi salah satu tawaran yang dibawanya.
Jembatan tersebut bukan sekadar hubungan antardaerah, melainkan upaya mempertemukan pengusaha lokal dengan jaringan usaha nasional, membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Di tengah kebutuhan Gorontalo untuk memperkuat sektor usaha dan investasi, model kepemimpinan seperti ini tentu akan diuji pada kemampuan menghadirkan kerja nyata, bukan hanya membangun jaringan.
Hendra sendiri membawa semangat kepemimpinan:
“Membangun Bersama, Kerja Nyata, Kolaboratif, Inovatif dan Bernilai Tinggi.”
Menjelang Musprov KADIN Gorontalo, gagasan dan rekam jejak tersebut kini menjadi bagian dari dinamika yang menarik untuk dicermati. Apakah pengalaman profesional, dunia usaha, dan jejaring nasional Hendra Saputra Koniyo mampu menjadi modal untuk membawa KADIN Gorontalo ke arah baru, akan ditentukan oleh proses organisasi dan pertarungan gagasan di Musprov mendatang.











