Penculikan Kacab Bank BUMN, Polisi Buru Eksekutor

Kasus penculikan Kacab Bank BUMN berakhir tragis. Foto (Istimewa)
Kasus penculikan Kacab Bank BUMN berakhir tragis. Foto (Istimewa)

FOKUSNEWS, JAKARTA – Kasus penculikan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37), berakhir tragis. Jasad korban ditemukan di persawahan, dengan kondisi terikat dan penuh luka, Bekasi, Kamis (21/8/2025).

Polisi telah menangkap empat pelaku berinisial AT, RS, RAH, dan satu lainnya. Namun, Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, menegaskan mereka hanya berperan menculik korban.

“Empat pelaku yang sudah diamankan ini yang menculik, bukan yang membunuh korban,” ujar Ressa, Jumat (22/8/2025).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyebut penyidik masih menelusuri otak pembunuhan.

“Mohon waktu. Tim masih bekerja,” kata Ade Ary, Sabtu (23/8/2025).

Hasil autopsi RS Polri mengungkap korban meninggal akibat luka pada dada dan leher akibat benda tumpul.

Sementara itu, Ketua RT Johar Baru, Sella, mengaku sempat berbincang dengan istri salah satu pelaku. Menurutnya, istri pelaku sempat menerima uang Rp8 juta sebelum penangkapan.

“Iya, katanya debt collector. Terakhir saja dia dapet uang itu. Pagi-pagi pulang itu kejadian. Dapat uang Rp 8 juta, katanya gitu. Tapi disita sama polisi,” kata Sella, Sabtu (23/8).

Kasus penculikan Kacab Bank BUMN ini masih menyisakan misteri. Siapa dalang pembunuhan dan motif di baliknya, hingga kini belum terungkap.