Perdagangan Jagung Gorontalo Melejit Rp 1,5 Triliun dalam 6 Bulan: Petani Tersenyum Lebar!

Pertemuan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama Kepala Perwakilan Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Wakapolda Gorontalo dan para Kepala Cabang Perusahaan Jagung se Provinsi Gorontalo, Rabu (25/6). Foto. Istimewa.
Pertemuan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail bersama Kepala Perwakilan Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Wakapolda Gorontalo dan para Kepala Cabang Perusahaan Jagung se Provinsi Gorontalo, Rabu (25/6). Foto. Istimewa.

FOKUSNEWS.CO.ID, GORONTALO – Provinsi Gorontalo memperlihatkan dominasinya dalam pasar pertanian. Kualitas produknya telah mendapat pengakuan nasional bahkan internasional.

Jagung, komoditas primadona daerah ini, kini mengalami peningkatan signifikan. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dan Kepala Perwakilan Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad, mengungkapkan hal ini dalam pertemuan penting.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo.  Waka Polda Gorontalo serta para Kepala Cabang Perusahaan Jagung se-Provinsi Gorontalo juga hadir, pada Rabu (25/6/2025).

Jasin Mohamad, yang juga Wakil Ketua Bidang Perizinan, Investasi, Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Gorontalo, menyampaikan kepada Fokusnews, mereka membahas produksi dan perdagangan komoditas jagung tahun 2025 di Provinsi Gorontalo.

Kepala Perwakilan Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia ( Pejagindo ) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad. (Foto. Buyung, Gebraknews).
Kepala Perwakilan Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia ( Pejagindo ) Provinsi Gorontalo, Jasin Mohamad. (Foto. Buyung, Gebraknews).

“Petani maupun daerah kita ini  tentunya sangat bersyukur, karena pada tahun 2025 sejak Bulan Januari sampai degan pekan kedua Bulan Juni, perusahaan jagung di Gorontalo sudah mengirim sebanyak 306.232 Ton Jagung,” ucap Jasin.

Jasin Mohamad lebih lanjut menjelaskan,

“Pengiriman jangung ini masing-masing ke Jakarta 212.970 Ton, Surabaya 41.775 Ton, Medan 11.874 ton, Banjarmasin 4.584 ton, Padang 28.390 ton, serta Lampung 5.489 ton. Tentunya ini bukan sedikit, bahkan dari nilai transaksi yang dilakukan perusahaan jagung tersebut mencapai Rp1.531.160.000.000 (satu trilyun lima ratus tiga puluh satu milyar seratus enam puluh juta rupiah).”

ia juga mengungkap, perusahaan jagung di Gorontalo mengekspor jagung ke beberapa negara tetangga, termasuk Filipina.

next..,