“Ditengah tengah pasar global yang sedang dalam kondisi tidak menentu, dan harga jagung di market global yang mengalami penurunan untuk barang komoditas pertanian, kita masih dapat melakukan ekspor. Langkah ini dapat membawa nama Indonesia di kancah perdagangan internasional dan dikemudian hari diharapkan dapat bersaing di sektor pertanian,” ungkap Jasin.
Pada tahun 2025 ini, enam perusahaan Pejagindo – PT. Seger Agro Nusantara, PT Gorontalo Pangan Lestari, PT. Subur Mega Perkasa, PT Sinar Pangan Abadi, PT Santosa Utama Lestari, dan PT Central Rejeki Agrindotama – telah mengekspor jagung ke Perusahaan Unahco Inc di Provinsi Mandaluyong, Filipina.
“Sebanyak 6.000 ton yang dimuat dengan Kapal MV. TD Sunshine dari Sumbawa NTB pada Hari Senin tanggal 23 juni 2025,” papar Jasin.
Menurut Jasin Mohamad, aktivitas perdagangan jagung ini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama kesejahteraan petani.
“Harga pembelian jagung ditingkat petani Rp. 4.700 sampai dengan Rp. 4.800 dengan kadar air 15 persen dan harga pembelian jagung di tingkat feedmil dan koperasi peternak di jawa berkisar Rp. 5.700 sampai dengan Rp. 5.800 per kg kadar air 14 persen. Hal tersebut tentu sangat baik dalam rangka peningkatan ekonomi daerah, terutama kesejahteraan petani,” terang Jasin.
Jasin Mohamad juga menegaskan, pertanian sebagai sektor utama di Gorontalo harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“Karena aktivitas perdagangan jagung pada dasarnya bisa memberikan dampak baik terhadap peningkatan kesejahteraan petani.” tutup jasin













