Polisi Tertibkan Dugaan PETI di Pohuwato, 4 Ekskavator dan 5 Orang Diamankan

FOKUSNEWS.CO.ID, POHUWATO – Personel gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato bersama Polsek Popayato Barat menertibkan aktivitas yang diduga merupakan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Molosifat Utara, Kecamatan Popayato Barat, Kamis dini hari (1/10/2026).

Penindakan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Pohuwato IPTU Renly H. Turangan, S.H., didampingi Kapolsek Popayato Barat IPTU Ilham Siplizand, S.Tr.K., bersama sejumlah personel.

Sekitar pukul 02.00 WITA, tim gabungan tiba di lokasi dan mendapati empat unit alat berat jenis ekskavator tengah beroperasi. Petugas kemudian menghentikan aktivitas tersebut dan melakukan pengamanan di lokasi.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan empat unit ekskavator, masing-masing tiga unit bermerek Komatsu dan satu unit bermerek Sumitomo. Selain itu, petugas turut mengamankan lima orang yang terdiri atas empat operator alat berat dan satu orang yang diduga berperan sebagai pemodal berinisial SN.

Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan turut diamankan sebagai barang bukti. Di antaranya dua karpet merah, selang air, selang gabang berwarna merah, pipa besi bercabang, serta satu kantong berisi material tanah.

Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU Renly H. Turangan, S.H., membenarkan adanya penindakan tersebut.

“Benar, personel Satreskrim bersama Polsek Popayato Barat telah melakukan penertiban aktivitas yang diduga PETI. Petugas menghentikan operasional empat ekskavator dan mengamankan empat operator serta satu orang yang diduga sebagai pemodal,” ungkap Renly.

Kelima orang yang diamankan bersama seluruh alat berat dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Pohuwato untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyidik masih mendalami perkara tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi, menelusuri kepemilikan alat berat, serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

Laporan: Satgas Persatuan Wartawan Investigasi