FOKUSNEWS.CO.ID, (Kabgor) — Transformasi digital di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gorontalo terus didorong. Namun, di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi, aspek keamanan informasi mulai mendapat perhatian lebih serius.
Hal itu terlihat dari langkah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gorontalo yang mulai mematangkan kesiapan menghadapi perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).
Salah satunya dilakukan melalui sosialisasi Indeks Keamanan Siber dan Sandi (IKA SANDI) bersama Tim Bidang Persandian Provinsi Gorontalo, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang kerja Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo itu tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman aparatur mengenai keamanan siber dan persandian, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi perubahan kelembagaan di tubuh Kominfo.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo, Muchtar Potutu, mengatakan penguatan bidang persandian menjadi semakin penting karena dalam SOTK mendatang, urusan tersebut akan masuk lebih kuat dalam struktur organisasi.
“Ini merupakan bagian dari kesiapan kita menuju SOTK baru. Ke depan Kominfo akan menjadi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian. Karena itu, pemahaman dan kesiapan di bidang persandian harus kita kuatkan sejak sekarang,” ujar Muchtar.
Menurutnya, masuknya urusan persandian dalam struktur kelembagaan baru diharapkan dapat memperkuat pengelolaan keamanan informasi sekaligus meningkatkan koordinasi antarpihak dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Bagi pemerintah daerah, digitalisasi bukan lagi sekadar soal mempercepat pelayanan. Di balik berbagai sistem dan layanan berbasis teknologi, terdapat data serta informasi pemerintahan yang harus dijaga.
Karena itu, kata Muchtar, perkembangan sistem pemerintahan berbasis digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan sistem pengamanan informasi.
“Semakin ke depan, sistem pemerintahan kita semakin berbasis digital. Maka aspek keamanan informasi juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai transformasi digital berjalan cepat, tetapi aspek keamanannya tertinggal,” tegasnya.
Muchtar menjelaskan, IKA SANDI menjadi salah satu indikator yang turut mendukung penilaian pemerintahan digital. Dengan demikian, pemahaman mengenai keamanan siber dan persandian tidak cukup dilakukan sekali, tetapi perlu diperkuat secara berkelanjutan.
Ia pun mengapresiasi Tim Bidang Persandian Provinsi Gorontalo yang telah memberikan sosialisasi kepada jajaran Kominfo Kabupaten Gorontalo.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Ke depan, Kominfo Kabupaten Gorontalo berharap perubahan SOTK dapat membawa pengelolaan urusan komunikasi, informatika, statistik dan persandian menjadi lebih terpadu.
Integrasi tersebut dinilai penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, adaptif, sekaligus aman di tengah percepatan transformasi digital.
“Kami berharap melalui koordinasi dan sosialisasi seperti ini, sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo semakin kuat, khususnya dalam penguatan keamanan siber dan persandian,” pungkas Muchtar.
Kominfo Kabupaten Gorontalo memastikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, koordinasi kelembagaan serta keamanan informasi akan terus menjadi bagian dari langkah persiapan menuju penerapan SOTK baru.
Langkah itu sekaligus menjadi upaya memastikan transformasi digital pemerintahan tidak hanya semakin cepat, tetapi juga semakin aman dan terpercaya.













