Fokusnews.co.id BONE BOLANGO — Camat Botupingge, Taufik Riyadi Anwar, menerima kedatangan 75 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dalam rangka pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (12/8/2026).
Penerimaan mahasiswa KKN Tematik tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Botupingge. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah kecamatan serta pemerintah desa selama menjalankan program KKN.
Dalam sambutannya, Camat Botupingge Taufik Riyadi Anwar menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN Tematik yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Botupingge.
“Selamat datang kepada para mahasiswa KKN Tematik di Kecamatan Botupingge. Kami berharap selama berada di sini, adik-adik mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan mampu berbaur dengan masyarakat,” ujar Taufik.
Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di desa-desa lokasi penempatan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menggali berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat, sekaligus membantu mendorong munculnya gagasan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan desa.
Taufik juga mengajak para mahasiswa untuk menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur yang ada di wilayah tempat mereka melaksanakan KKN.
“Jaga nama baik almamater, hormati adat dan budaya masyarakat setempat, serta bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Semoga selama 45 hari berada di Kecamatan Botupingge, para mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Frahmawati Bumulo, mengatakan bahwa KKN Tematik merupakan salah satu kesempatan penting bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.
Menurut Frahmawati, KKN bukan hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat.
“KKN-Tematik menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Selain itu, KKN juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat, memahami kehidupan sosial, mengenal potensi desa, serta membangun kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menilai interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam ruang kelas. Mahasiswa dituntut untuk mampu memahami kondisi sosial, mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada, sekaligus menyusun pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan KKN Tematik di Kecamatan Botupingge akan berlangsung selama 45 hari dan diikuti oleh 75 mahasiswa yang tersebar di lima desa di wilayah Kecamatan Botupingge.
Selama berada di lokasi, para mahasiswa diharapkan dapat menjalankan program yang telah disusun secara kolaboratif dengan pemerintah desa dan masyarakat. Berbagai potensi lokal juga diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program KKN, sehingga kegiatan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kehadiran puluhan mahasiswa tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat belajar mengenai kondisi nyata di lapangan, sementara masyarakat memperoleh tambahan dukungan melalui ide, pengetahuan, kreativitas, dan inovasi yang dibawa para mahasiswa.
Dengan dimulainya pelaksanaan KKN Tematik ini, Pemerintah Kecamatan Botupingge berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika selama berada di tengah masyarakat, serta menjadikan 45 hari masa pengabdian sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi desa-desa di Kecamatan Botupingge.













