FOKUSNEWS.CO.ID, Bone Bolango – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan program “Penguatan Pangan melalui Edukasi dan Pengolahan Daun Kelor sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) di Desa Buata, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program inti mahasiswa KKN yang bertujuan memanfaatkan potensi pangan lokal sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan daun kelor sebagai bahan makanan pendamping ASI.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan dua inovasi olahan daun kelor yang disesuaikan dengan kelompok usia anak, yaitu Bubur Tim Kelor “Kelorita” untuk anak usia 6-12 bulan dan Perkedel Kelor “Prokelor” untuk anak usia 12-24 bulan.
Pemilihan kedua olahan tersebut disesuaikan dengan tahapan usia anak. Bubur Tim Kelor “Kelorita diperkenalkan sebagai salah satu alternatif olahan pada tahap awal pemberian MP-ASI, sedangkan Perkedel Kelor “Prokelor” menjadi pilihan olahan untuk anak usia 12-24 bulan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu bahan pangan lokal. Materi disampaikan oleh Dr. Ridha Hafid, S.ST., M.Kes., yang memberikan pemahaman mengenai pengolahan MP-ASI serta pentingnya memperhatikan kebutuhan pangan anak sesuai dengan kelompok usianya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan daun kelor menjadi makanan pendamping ASI. Mahasiswa bersama. masyarakat terlibat langsung dalam proses pengolahan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menghasilkan produk yang siap disajikan.
Melalui kegiatan edukasi dan praktik secara langsung, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengolah daun kelor menjadi makanan yang lebih beragam dan menarik.
Daun kelor dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu tanaman yang dapat ditemukan di lingkungan masyarakat Desa Buata. Potensi tersebut kemudian dimanfaatkan mahasiswa sebagai bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah daun kelor, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan berbagai inovasi makanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.
Pelaksanaan program tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Rierind Koniyo, S.Pd., M.Pd., Dr. Radia Hafid, S.Pd., M.Si., Fatmawaty Damiti, S.Pd., M.SA., dan Dr. Ridha Hafid, S.ST., M.Kes.
Sebanyak 15 mahasiswa KKN terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Di antaranya Moh. Adit Prasetyo Yunus, Ines Imran, dan Nurlaila Harun, yang turut terlibat langsung dalam praktik pembuatan Kelorita dan Prokelor.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi sekaligus berinteraksi dan belajar secara langsung bersama masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendorong masyarakat agar lebih mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui pengembangan Kelorita dan Prokelor, mahasiswa berharap masyarakat Desa Buata dapat memiliki alternatif dalam mengolah daun kelor menjadi makanan yang dapat disesuaikan dengan kelompok usia anak.
Program penguatan pangan melalui edukasi dan pengolahan daun kelor ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat setelah pelaksanaan KKN selesai.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Melalui edukasi, inovasi, dan keterlibatan langsung masyarakat, daun kelor yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi berbagai olahan pangan yang lebih beragam dan bernilai bagi keluarga.













